I’tikaf itu Ngapain ya?

Bismillah.

Kali ini saya akan sedikit berbagi tulisan tentang i’tikaf, tetapi saya tidak akan menjelaskan dari segi keutamaan, hukum, dan sebagainya. Para pembaca bisa mengetahuinya dari berbagai sumber lain seperti:

http://rumaysho.com/amalan/hukum-hukum-seputar-itikaf-491

Fiqih Ringkas I’tikaf (1)


https://bit.ly/fiqhitikaf

Nah, mungkin saya akan cerita saja pengalaman i’tikaf baik tahun ini atau tahun kemarin dan kemarinnya lagi (mungkin) agar teman-teman punya gambaran: Ngapain aja sih i’tikaf?

Di tiap masjid umumnya ada berbagai kegiatan yang dilakukan pada pagi, siang, atau sore hari. Misalnya kajian dhuha, kajian ifthar (kajian menjelang berbuka), atau setoran hafalan.

Saat maghrib biasanya disediakan makanan untuk berbuka. Ada yang perlu bayar infak, ada yang cuma-cuma, atau ada juga yang bisa mencari makanan sendiri.
Ba’da isya biasanya ada ceramah singkat, kemudian dilanjutkan shalat tarawih. Setelah itu, di beberapa masjid ada yang melakukan ta’lim malam hari dengan tema yang beragam. Ta’lim ini biasanya dilakukan hingga pukul 10an malam.
Setelah itu, peserta i’tikaf diberi kesempatan untuk istirahat. Ada yang tidur, ada yang lanjut tilawahnya, ada yang shalat qiyamul lail sendiri, dan sebagainya.

Sekitar pukul 1 atau 2 pagi, kemudian dilakukan shalat qiyamul lail berjama’ah. Yang khas adalah saat shalat witir selalu ada do’a qunut nazilah. Do’a qunut ini yang biasanya membuat jama’ah menangis.

Setelahnya, tentu saja sahur, lalu shalat shubuh, dan seterusnya.

Eh, harus seharian banget ya ikutnya?

Sebaiknya memang seharian di masjid kalau bisa. Tapi bagi yang tidak berkesempatan (ada kuliah, kerja, dan urusan lainnya), ya tidak apa sempatkan saja semampunya. “Jika tidak didapati seluruhnya, jangan tinggalkan seluruhnya (yang mampu dikerjakan).” -kaidah ulama

Belum pernah i’tikaf nih sebelumnya. Malu euy. Takut kebingungan. Gimana ya?

Nah, there’s always first time for everything 🙂
Biar lebih enak, coba bareng teman saja i’tikafnya. Atau bareng keluarga (?)

Nah, kalau di Bandung i’tikaf dimana ya?

Bebas.

Ada berbagai opsi:
1. Masjid Salman

2014-07-18 16.41.56
Depan ITB. Di sini ada infaknya. Biasanya sekitar 10ribu (update: tahun 2017 – 25ribu untuk 10 hari), dapat KIT i’tikaf, makanan sahur, dan makanan buka. Hawanya dingin-dingin sejuk gitu 🙂

2. Masjid Habiburrahman

image

Di dekat PT. DI
Banyak bapak-bapak, aktivis, mahasiswa, anak SMA, atau rombongan keluarga.
Ada berbagai tempat pedagang kaki lima yang menjual makan buka dan sahur. Shalat Qiyamul lail kalau tidak salah 3 Juz (ba’da isya: 1 juz, malam jam 00.30: 2 juz).
Do’a qunutnya rasanya paling mengena di hati.

3. Masjid Biofarma

image

Di biofarma. Nuansanya hangat. Banyak anak-anak belakangan ini. Tapi mahasiswa, aktivis, anak muda juga tidak kalah banyak. Sudah disediakan makan sahur dan makanan berbuka yang terkenal mewah. Saat ini i’tikaf di biofarma sudah sangat ramai.

(update)

4. Masjid Al-Murabbi

Ada di Jalan Sutami, Sarijadi. Masjidnya cukup besar. Ada lantai 1 dan lantai 2. Di lantai 1 tempat untuk makan buka, makan sahur, dan tidur. Sedangkan di lantai 2, khusus untuk shalat, tilawah, ta’lim, dsb. Yang menarik dari masjid ini, adalah tempat makannya yang di piring yang sudah diporsi. Serasa di Jogokariyan. *padahal belum pernah ke Jogokariyan. Shalat tarawihnya dua rakaat salam.

5. Masjid Al-Muttaqin, Gedung Sate

Masjidnya cukup nyaman, dengan porsi makan buka dengan model prasmanan tetapi terbatas. Makan sahur cukup mewah dengan nasi kotak seperti layaknya biofarma. Masjid ini pun seringkali jadi tempat i’tikaf anak Pak Ahmad Heryawan. Tak jarang juga melihat Kang Aher ikut i’tikaf di masjid ini saat qiyamul lail dan sahur.

Rasanya baru itu yang saya kunjungi.
Yang jelas, dimana pun masjidnya. Mari sama-sama luruskan niat karena Allah saja dalam mengikuti i’tikaf ini. Niatkan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Niatkan pula dalam rangka ikhtiar kita meraih malam lailatul qodar 🙂

***

Jadi, ayo i’tikaf 😀
Masih ada beberapa malam lagi. Kalau ga sekarang kapan lagi 😀

Karena rasanya, kurang berkesan Ramadhan tanpa ikut i’tikaf :’)

Bandung, 24 Ramadhan 1435 H

Advertisements

2 Comments on “I’tikaf itu Ngapain ya?

  1. Akhi yang adain itikaf dibandung hanya dua?
    Kalau Al’Irsyad gimana?

    • Di bandung ada banyak akh mesjid tempat i’tikaf
      Tp sy baru pernah i’tikaf di salman, habib, sama biofarma 🙂
      Kalau kata temen:
      Al Irsyad: Kemarin rame bgt tp tetep kondusif. Ada ceramah dlu sampe jam 22an, QL mulai jam 2an
      Tempatnya dingin sejuk gitu soalnya bagian depannya terbuka.
      Di mesjid pusdai jg ada: jam 1 muhasabah, setengah 2 QL sampe jam 3
      makanan di pusdai bisa lewat panitia atau jajan di koridor barat pusdai kayak nasi goreng dan jajanan malam lainnya

      Mesjid raya bandung jg ada, mesjid al-lathif jg ada, dll 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: