Pengalaman Summer School di Jerman

Pada 19 September hingga 2 Oktober 2016, alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk mengikuti DAAD Summer School tentang Ecology, Ecotoxicology in Water Environment, di University of Duisburg-Essen (UDE), Jerman. Dulu saya mengikutinya bersama 3 orang dari ITB yaitu Mas Dedi (Ketua Kamil 2015), Mas Ivan (Prodi PIAS), dan Annisa (TL ITB, KKL). Peserta Indonesia lainnya ada Mas Rio, mahasiswa S3 dari Yeungnam University, Korea.

indonesia squad

 

Saya kurang begitu tahu apakah program summer school ini masih ada atau tidak di tahun 2019, tetapi terakhir saya mendengar masih ada di tahun 2017. Selebihnya, ada program DAAD Summer School yang lain, tetapi untuk topik yang berbeda (silakan googling). Dulu saya mengetahui program ini dari TU Prodi soalnya. Hehe.

Summer school ini berlangsung selama 14 hari, dengan kegiatan berupa lectures di kelas, mix group assignment, laboratory works, dan sites visit. Secara umum kegiatannya sangat menyenangkan, seolah kami lupa dengan apa yang terjadi di Indonesia. Haha.

Lectures yang dibawakan sangat menarik, terkait water management dan kaitannya dengan ecosystem. Hal yang saya soroti dari lecture yang dibawakan adalah: Jerman dan umumnya negara maju lainnya sudah fokus pada hal-hal detail yang terjadi di lingkungan, di saat kebanyakan negara berkembang, hal-hal besar pun seringkali terabaikan.

Proses lecture yang ada pun dibawakan dengan cara yang unik. Di dalam kelas kami sangat di-encourage untuk aktif bertanya dan menjawab. Lecturer terkadang heran ketika kelas sepi karena tidak ada yang bertanya. Mereka selalu mengingatkan bahwa “there is no stupid question”. Tanyakan saja. Sudah sewajarnya kita bertanya ketika kita tidak tahu. Bahkan ketika pertanyaan yang terkesan mudah atau bahkan remeh temeh “yaelah kek gitu aja ditanyain”, para lecturer tetap menjawab dengan baik dan jelas. Justru mereka akan senang ketika ada yang bertanya.

Peserta summer school ini berasal dari berbagai negara, yaitu Indonesia, Iran, Mongolia, Vietnam, dan Kamboja. Menarik memperhatikan gaya bicara dan karakter masing-masing orang. Dari yang sangat dominan agak sombong, sangat ceria walaupun dicerca, hingga yang kompak menyatukan. Tapi entah mengapa, pertemanan dengan peserta Kamboja dan Vietnam lebih mudah terjalin dibanding yang lain. Mungkin karena serumpun ya. Hehe.

squad

Terdapat juga kegiatan kunjungan ke Dusseldorf, sampling di Rhine River, belajar sejarah di bekas pertambangan Essen, kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air Minum, kunjungan ke Waste Water Treatment Plant, berwisata ke Koln, dan berbagai tempat lainnya. Kami pun sempat jalan-jalan mandiri ke Aachen, berusaha napak tilas tempat kuliah Eyang Habibie. Haha.

dekat stasiun essen

depan wwtp

eks pertambangan essen
Koln
ketemu mahasiswa indo di aachen
Aachen

***

Di samping cerita perkuliahan, terdapat hal menarik lain yang kami alami khususnya tentang menjadi muslim ketika berada di sana.

Alhamdulillah, berbagai kemudahan sebagai muslim kami temui di sekitar kampus ini. Dari mulai masjid di dekat kampus dan penginapan, toko kelontong makanan halal, hingga “warung” kebab Turki. Sungguh kami tak menyangka bisa menemukan hal tersebut sedekat ini. Mungkin karena Jerman termasuk negara Eropa dengan jumlah muslim yang cukup banyak.

habibi sandwiches
kebab
kebab 2
mahmud markt

Kami pun sempat merasakan shalat Jum’at di masjid Essen tersebut, pertama kali kaget karena menggunakan Bahasa Arab dan ada dialog antara jama’ah dan khotib dengan tensi agak tinggi. Mungkin itu bukan saat khutbah, tapi tetap saja mengagetkan. Saya lupa-lupa ingat penyebabnya apa, tapi rasanya seputar isu penutupan masjid di tempat lain yang dikhawatirkan berdampak ke Masjid Essen. Hmm. (Islamophobia?)

kultum di dalam masjid essen
bertemu mahasiswa indo sesudah shalat jum’at

Namun, berbagai kemudahan ini tentu harus diperjuangkan di kelas. Jika kami tidak bicara bahwa kami harus shalat Jum’at bagaimana mungkin mereka tahu? Mereka sangat menghargai asalkan kita berbicara dengan baik.

***

Dibalik layar cerita summer school ini, kami sudah merencanakan sejak jauh hari untuk ekstensi perjalanan berkunjung ke negara lain di Eropa. Perjalanan di Belanda, Belgia, Italia, dan Perancis, sudah masuk dalam itinerary kami, meskipun pada kenyataannya tak semua terwujud.

Bagaimana caranya?

Kami melakukan penghematan besar-besaran dari beasiswa yang diberikan. Berbagai macam cara kami lakukan dari mulai memilih tiket promo pesawat hingga memangkas pengeluaran makanan. Maka dari itu, kami membawa ricecooker, beras, mie instan, kentang mustofa, tempe kering, abon, rendang, dan berbagai makanan ala anak kos lainnya ke dalam tas backpack besar kami. Haha. Seru kan. Sesekali kami beli kebab Turki untuk mengatasi kebosanan menu. Wkwk. Kami pun mengumpulkan botol air mineral dari kelas untuk kemudian kami tukarkan di toko kelontong dengan beberapa koin euro. Haha. Lumayan lah.

hemat bawa bekal everywhere
indomie lyfe
makan abon, bawa bekal ke kampus

***

Ending

Bersama selama belasan hari berturut-turut, bahkan hampir sebulan, membuat kami cukup saling mengenal kebiasaan masing-masing. Kami juga belajar akan value hidup masing-masing yang terkadang menimbulkan sedikit drama-drama di perjalanan. Tapi karena kita harus terus bersama hingga pulang ke Indonesia, setiap konflik harus segera diatasi. Haha.

Dua pekan terasa sebentar. Summer school telah usai. Kami berpisah dengan Mas Rio, dan seluruh peserta lain. Kami pun melanjutkan perjalanan backpacker kami ke Brussels, Belgia. Pengalaman yang tak pernah kami sangka akan menjadi pengalaman yang cukup mencekam. (wkwk oke spoiler biar horror dikit).

Sampai jumpa di tulisan berikutnya. InsyaAllah.

Semoga ada pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan kami.

Advertisements

One thought on “Pengalaman Summer School di Jerman

  1. Pingback: Kemalingan dan Jadi Gelandangan di Brussels – Firdha Cahya Alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s