“Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya (tanpa diketahuinya) mustajab (akan dikabulkan). Di samping kepalanya ada malaikat yang bertugas. Ketika dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata. ‘Aamiin, mudah-mudahan engkau mendapatkan yang semisalnya’.” (HR. Muslim)

 

Sederhana, dan takjub. Betapa Islam begitu indah. Bahwa Islam benar-benar mengajarkan untuk peduli pada sesama, pada saudara-saudara kita. Begitu indahnya ukhuwah Islamiyah.

 

Do’a kita untuk teman-teman kita, ternyata bahkan dido’akan malaikat untuk diri kita sendiri. Hm.. Semakin bersemangat untuk menjalin ukhuwah bukan? Semangat untuk mendo’akan saudara-saudara kita.

 

Tapi, ada yang menghentak saya juga. Artinya jangan sampai kita mendo’akan orang lain sebuah keburukan. Maka, do’a itu pun bisa saja kembali pada diri kita sendiri. Na’udzubillahi min dzalik.

—renungan pagi hari

Advertisements

*Wah, bukan cerita juga sebenarnya. Ini kejadian nyata yang terjadi namun lupa-lupa ingat sehingga ada beberapa bagian yang mungkin ditambah penulis*

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 

SD Pelesiran?

 

Mungkin terlihat dari luar, SD ini terlihat kurang mampu. Namun, setelah melihat ke dalam. Bisa dibilang cukup bagus SD-nya. Alhamdulillah kalau begitu.

 

Ya, Anda benar!

Saya sedang menceritakan sebuah acara. Acara apa itu?

Baca dulu aja.. hehe

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yaitu Bang Dinara, dan Bang Dhimas. Bang Galih pun sudah mulai mendokumentasi kegiatan. Selanjutnya adalah pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aziz. MC pun menjelaskan pada adik-adik SD apa yang akan kita lakukan di sana. Mereka pun seingat saya menghimbau adik-adik SD untuk tetap tenang dan menyimak.

 

Setelah perkenalan, dan lain-lain, kita mulai memasuki sesi materi. Alhamdulillah sesi ini diisi oleh Ketua Gamais langsung yakni Kak Bambang Tressando. Untuk memanggil Kak Bambang, adik-adik SD ini pun diminta MC untuk memanggil, “Kak Baambaaaang…” satu kali. Kemudian, “Kak Bambaaang…..” kedua kali. Entah adik-adik tersebut sudah memanggil berapa kali, yang jelas Kak Bambang baru saja datang, dan langsung masuk “arena”.

 

Tentu Kak Bambang memulai materi dengan tak lupa mengucapkan syukur pada Allah swt. dan shalawat pada Rasulullah saw. Bisa dibilang ini memang materi. Materi tentang syukur, satu hal yang saya ingat adalah bahwa “Bersyukur itu dengan menggunakan hati, lisan, dan perbuatan.” Adik-adik pun meng-iya-kan. Selain itu, ada kisah juga yang disampaikan oleh Kak Bambang, kisah pemecah batu yang ingin jadi orang kaya, lalu jadi matahari, awan, angin, gunung, hingga pemecah batu lagi. Mungkin teman-teman sudah mendengar kisah ini. Tapi yang penting, adik-adik sangat antusias mendengar kisah ini. Oya, di akhir materi, Kak Bambang pun mengajak adik-adik untuk mengikuti apa yang dia katakan. (Tapi bukan hipnotis ^^). Kak Bambang meminta adik-adik memilih pasangan, kemudian seseorang menjadi Umar, dan yang lain menjadi Utsman. Adik-adik itu pun diminta mengikuti perkataan dan perbuatan yang diperintah, yakni “Taruh tangan adik-adik di pundak Utsman, kemudian katakan…..”. Sangat panjang sebenarnya perkataan itu. Tapi yang saya ingat, bahwa intinya adalah mengajak Umar dan Utsman untuk saling berjanji dan mengingatkan untuk senantiasa bersyukur, senantiasa belajar, untuk menjadi lebih baik. Dan Adik-adik pun terlihat senang, walaupun ada yang mengobrol dan agak ribut, tapi yaa.. anak-anak.

 

Selanjutnya, adik-adik diminta bermain game. Game ini dibimbing oleh Kakak-kakak akhwat, seperti Ririn, Tri, dan Thifa, juga peramai acara yaitu Muldani. Game ini mungkin disebut “3 takbir”, mirip dengan “7 up”. Jadi tiap anak menyebut angka dari 1,2,dst. Namun, setiap ada angka 3 dan kelipatannya, harus berdiri lalu takbir , “Allahu Akbar!”. Adik-adik yang salah sebut pun diminta untuk baris di depan, dan diminta menyanyi. Setelah itu mereka diberi hadiah. Hm.. Adik-adik SD yang tadi duduk pun sedikit kecewa, mereka bilang “Loh, kalau tau gitu, mending disalahin aja tadi, biar dapet jajan.” Yaa.. bingung kami menanggapinya. Karena sudah terjadi, ya sudahlah..

 

Setelah games, adik-adik diperlihatkan video Rubel dengan tambahan penjelasan dari Bang Alam. Penjelasannya tentang isi video-nya. Untuk menyambung juga materi yang sudah disampaikan Kak Bambang, bahwa seseorang haruslah senantiasa bersyukur dengan apapun keadaannya saat ini. Harapannya adik-adik tersebut bisa melihat realitas yang ada, dan mau lebih bersyukur dengan semakin rajin shalatnya, dan juga belajarnya. Mereka cukup tenang saat menonton. Ya, begitulah ternyata anak-anak senang menonton film. Walaupun akhirnya mereka malah meminta film lain, katanya film yang tadi bikin sedih. Wah, polosnya seorang anak.

 

Setelah film tadi, kita mulai penjelasan G1000B pada adik-adik oleh Azis Hakim. Kemudian dilakukan penyerahan simbolis pada guru yang bersangkutan.

Kemudian penutupan oleh MC, dan selesai. Alhamdulillah.

==================================

 

Begitulah pemberian 100 buku di SD Pelesiran. Walaupun ternyata kelas-kelasnya sudah terlihat baik dan rapi, tapi sebenarnya beberapa anak-anak yang bersekolah di sana tergolong kalangan menengah ke bawah. Lagipula tidak ada salahnya untuk berbagi senyum dengan anak-anak, dan berbagi ilmu dengan mereka. Dan alhamdulillah berjalan lancar.

 

Semoga acara kali ini bermanfaat bagi semua, dan semoga buku-buku yang diberikan pun dapat bermanfaat bagi adik-adik tersebut maupun gurunya.

 

Aamiin ^^

 

Maka dari itu, kami pun menginginkan untuk melakukan program yang kurang lebih serupa dengan acara tadi. 100 buku berikutnya insyaAllah untuk SD di Soreang, namun SD kali ini ingin dilakukan kegiatan berbarengan dengan syukuran kelulusan mereka. Sehingga kemungkinan besar, tidak bisa dilakukan kegiatan seperti sebelumnya. *bingung juga.

 

Tapi, sebenarnya ada yang lebih penting.

 

Bukunya itu sendiri. Alhamdulillah status buku sekarang sekitar 100an, cukup untuk SD di Soreang. Namun, bagaimana 8 SD yang lain? Berarti 800 buku lagi? Subhanallah..

 

Bantulah kami ya Allah untuk mendapatkan buku-buku ini. Bantulah kami dalam mengumpulkan buku ini.. Jika itu memang baik, maka mudahkanlah..

 

Teman-teman dapat membantu menyumbang buku dengan menghubungi, CP: Azis (085220293460); Uli (085220422404). SMS salah satu dari mereka ya. Ditunggu hingga 3 Juli 2011.

 

Terima kasih ^^

 

*info: ini adalah Gerakan 1000 Buku, rangakaian acara Gerakan Edukasi Mahasiswa ITB 2011 yang diorganisasi oleh Gamais ITB 2010. Bagi yang ingin membantu menyebar informasi, ikut propaganda, silakan saja sebar note ini. Atau buat propaganda yang lebih ‘wah’. Oke? ^^

– Gerakan ini adalah gerakan untuk mengumpulkan 1000 buku untuk dibagikan pada 10 sekolah dasar yang membutuhkan, jadi masing2 dpt 100 buku. InsyaAllah jika sdh terkumpul bukunya.

– buku yang dibutuhkan buku SD, buku cerita Islam, dan buku pengetahuan umum

– target SD berada di Ciwidey, Soreang, Bandung, dan Garut

Wawancara Ganesha Hijau

Bismillahirrahmanirahim.

Tadinya saya mau nulis ini jadi status aja. Tapi ternyata kepanjangan. Yaudah dijadiin note aja. hho

Sekalian aja saya mengerjakan tugas ringkasan rangkuman wawancara disini. Semoga temen-temen yang gak kebagian wawancara Ganesha Hijau bisa dapet informasi juga, dan semoga bermanfaat.

Saya, bersama beberapa orang dari kelompok lain mewawancarai Kak Aldi -Ronaldias Hartantio- AR’07. Beliau adalah koordinator Ganesha Hijau periode 2010-2011. Ganesha Hijau adalah sebuah Badan Semi otonom, yang artinya suatu badan yang memiliki kedudukan setara dengan KM ITB (Keluarga Mahasiswa ITB). Seingat saya begitu.

Ganesha Hijau sendiri sebenarnya adalah sebuah forum. Forum yang isinya lembaga-lembaga di ITB, untuk menampung ide dan gagasan, lalu mengkoordinasikannya dengan tujuan menuju ITB Eco-Campus. Awalnya lembaga-lembaga yang masuk Ganesha Hijau adalah lembaga yang memang concern terhadap lingkungan, contohnya U-green, HMTL, Nymphaea, dll. Tapi sekarang, kata Kak Aldi. Semua lembaga ITB sudah masuk Ganesha Hijau. Tiap lembaga mengirimkan wakilnya ke Ganesha Hijau, untuk menjadi Agent of Eco-Campus -agen Eco-campus-.

Apa itu Eco Campus?

Eco-campus adalah kampus dengan segala perangkat di dalamnya memperhatikan aspek lingkungan. Jadi, maksudnya tidak hanya cukup dengan banyak pohon disana-sini. Tapi mulai dari fasilitas, kebijakan, dan gaya hidup dari kampus tersebut berwawasan lingkungan. Dan ini terangkum dalam fokus dari GH sendiri yakni, green lifestyle, green infrastructure, dan green policy.

Contohnya, dalam hal kebijakan. Misalnya dalam setiap event perlu dilakukan 3R, pengurangan dan pemilahan sampah. Infrastuktur misalnya tempat sampah yang berbeda jenis. Dan lifestyle adalah perilaku dari tiap warga kampus ITB yang peduli pada lingkungan.

Kak Aldi memaparkan bahwa ITB ini merupakan gambaran Indonesia 20 tahun ke depan. Jika ITB bisa Eco Campus, maka Indonesia pun bisa.

Tapi jika ITB sendiri tidak bisa, apalagi Indonesia?

Think Globally, Act Locally.

Itu adalah slogan atau semboyan dari GH. Mari berpikiran luas, mari berwawasan luas, memikirkan dunia, berpikir tentang perubahan iklim, energi, dll, tapi untuk mencapai hal besar tersebut mari mulai dari hal kecil, dari diri sendiri. 🙂

Ada dua budaya yang sedang dikembangkan GH setelah meilihat tujuan-tujuan dan misi tersebut, yakni integritas dan budaya menegur.

Integritas, jangan sampai ketika kita menjelaskan program 3R disana-sini, tapi kita malah tidak melakukannya.

Budaya menegur, beliau mengatakan bahwa sebuah krisis jika seseorang sampai takut untuk menyampaikan kebenaran, untuk menegur yang salah, padahal ia benar.

Astagfirullah.. sebuah renungan utk kita bersama.

Mungkin ini kata yang paling saya ingat dari wawancara rame-rame tadi bersama Kak Aldi, kurang lebih beliau mengatakan,

“Anak geologi itu gak percaya sampai skrg sama yang namanya Global Warming, mereka mengatakan kalau ini adalah sebuah siklus 20.000 tahun sekali. Mereka percaya bahwa sebentar lagi justru adalah Global Cooling. Tapi, walaupun mereka berpendapat seperti itu, mereka mengatakan bahwa peduli lingkungan ya tetap harus dilakukan, itu adalah sebuah keharusan.”

Ya, kurang lebih begitu. Dan saya mengatakan bahwa itu adalah kesimpulan yang tepat. ^^

Kebiasaan Membuang Sampah

Bagi masyarakat kita, sepertinya membuang sampah pada tempatnya masih sulit. Karena masyarakat kita sejak kecil tidak diajarkan untuk berdisiplin. Jika kita lihat ada orang tua dan anaknya sedang menggenggam makanan dan makanan itu habis, orang tuanya menyuruh anak itu untuk membuang saja sampah itu di jalan. Itu menunjukkan masyarakat kita belum disiplin.

Kita bisa lihat di jalan, akibat dari sikap kita. Jalanan kotor dengan sampah, sungai kotor karena sampah. Semua itu karena hal kecil tapi sering dilakuka, sehingga menjadi hal besar.

Dewasa ini, kita sering dengar orang-orang mulai peduli dengan lingkungan. Karena kita semua menyadari kalu efek global warming mulai terasa. Untuk itu, agar bumi kita bisa bersih biasakanlah untuk membuang sampah pada tempatnya. Walaupun hal kecil tapi bisa berpengaruh besar. Jadi, marilah kita biasakan membuang sampah pada tempatnya mulai dari sekarang.

CHANGE YOUR LIGHT BULBS

no light bulb

no light bulb

Ada yang pernah mendengar kata-kata seperti itu?
Ya, “change your light bulbs” merupakan satu dari banyak cara untuk mengurangi dampak pemanasan global. Kenapa?
Lampu pijar atau lampu bohlam adalah lampu yang sudah umum dipakai oleh masyarakat kita. Mereka menggunakan lampu ini, mungkin karena harganya yang murah. Tapi apakah kalian tahu dampak dari penggunaan lampu ini?
Lampu ini memiliki daya sekitar 40 watt, cukup besar bukan jika dibandingkan lampu hemat energi yang hanya sekitar 5 watt sampai 20 watt. Sungguh perbedaan yang jauh. Ditambah lagi lampu bohlam ini hanya menghasilkan cahaya 10 %. Sedangkan sisanya yang 90 % adalah panas. Sungguh rugi kita membeli untuk sesuatu yang tidak berguna.
Ada beberapa fakta lain, dikarenakan lampu ini memiliki daya yang lebih besar, tentu akan menyerap listrik lebih banyak, yang berarti biaya listrik pun bisa menjadi lebih mahal jika dibandingkan dengan lampu hemat energi. Artinya jika kita menggunakan lampu bohlam itu, kita membuang-buang energi. Pada saat pemanasan global seperti sekarang ini, tentu kita harus menghemat energi. Jika menggunakan lampu itu, berarti kita tidak mengehemat energi. Perlu kalian ketahui, jika kita tidak menghemat energi dari sekarang, kita akan kehabisan pasokan energi pada tahun 2050. Tentu kita tidak menginginkan hal itu. Apa jadinya generasi mendatang jika tanpa energi listrik atau yang lainya.
Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mulai dari sekarang untuk sadarlah dari diri sendiri, untuk berkomitmen menyelamatkan bumi. Salah satu caranya :
MENGGANTI LAMPU BOHLAM KUNINGMU DENGAN LAMPU HEMAT ENERGI.

%d bloggers like this: