Semester 1 – S2 TL ITB

Saya akan sedikit cerita mengenai hal-hal yang saya dapat dari berbagai mata kuliah di semester 1, S2 Teknik Lingkungan ITB, Jalur Teknologi dan Manajemen Lingkungan.

Saya belajar bahwa untuk meyakinkan pemerintah, masyarakat, industri, dan stakeholder lainnya mengenai suatu permasalahan lingkungan, diperlukan suatu penyajian data dalam bentuk yang baik dan benar. Suatu data tidak akan bisa memberi arti jika tidak diterjemahkan dan dianalisis dengan cara yang benar. Dan kami belajar mengenai hal tersebut di Analisis Data Lingkungan. Berbagai metode statistik dalam penyajian data, analisis data, dipelajari di mata kuliah ini.

Saya juga belajar bahwa kita tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan lingkungan seorang diri. Kita membutuhkan ahli dari berbagai bidang, ahli biologi, ahli pertanian, ahli sipil, dan ahli lainnya. Sudah tidak jamannya lagi untuk ego pada kemampuan masing-masing. Saya pelajari ini di mata kuliah Konservasi Sistem Lingkungan. Pada kuliah ini juga kita diajarkan untuk berpikir secara runut dalam menyusun rencana konservasi suatu sistem lingkungan, dari penentuan komponen lingkungan yang berpengaruh, hingga membentuk System Interrelationship Model. Pesan lain dari kuliah ini adalah, terkadang kita berpikir terlalu kompleks dan tidak teratur, padahal akan lebih mudah jika dibuat sesederhana mungkin dan berpikir secara runut.

Untuk memahami permasalahan lingkungan, tentu harus dipelajari hal yang paling mendasar. Maka dari itu, ada mata kuliah Dasar-dasar Teknik Lingkungan. Mata kuliah ini sangat mendasar, bahkan terdapat materi kimia yang mendasar di dalamnya, materi biologi, juga proses fisika. Mata kuliah ini bisa dikatakan sebagai modal awal untuk berkuliah di Teknik Lingkungan.

Di semester ini juga kami diwajibkan untuk mengambil mata kuliah prerequisite Kimia Lingkungan, Mikrobiologi Lingkungan, dan Laboratorium Lingkungan. Kimia lingkungan mengajarkan penggunaan ilmu kimia di lingkungan. Mikrobiologi lingkungan lebih mengajarkan berbagai teknologi pengolahan lingkungan yang melibatkan mikroba. Sedangkan Laboratorium lingkungan mengajarkan berbagai metode analisis laboratorium berbagai parameter kualitas air. Prerequisite ini sebagai modal dasar dan pendukung juga dalam memahami dasar ilmu lingkungan.

Selain itu juga ada mata kuliah Penelitian Operasi. Di mata kuliah ini kita belajar untuk berpikir secara efisien. Bagaimana suatu permasalahan lingkungan dibuat dalam model matematis sederhana. Ada juga mata kuliahย Matematika Lanjut, model matematis yang lebih kompleks dipelajari. Pada kelas kami yang dipelajari adalah model yang berkaitan dengan air, banjir, dan turap.

Maka jika digabung, untuk menyelesaikan suatu permasalahan lingkungan, sebagai contoh untuk melakukan konservasi suatu kawasan, akan diperlukan ahli dari berbagai bidang. Untuk menunjukkan bahwa di suatu tempat benar-benar telah terjadi pencemaran lingkungan diperlukan statistik untuk menampilkan data secara benar dan meyakinkan. Dan untuk menyelesaikan suatu problem lingkungan yang besar, dapat disederhanakan melalui model matematis. ย Dan tentunya, tidak akan bisa dilakukan penyelesaian masalah lingkungan jika kita tahu dasar dari ilmu lingkungan itu sendiri.

Pola pikir yang dibentuk di semester 1:

Mengetahui dasar ilmu lingkungan -> mengetahui bagaimana menyajikan data lingkungan -> mengetahui bagaimana melihat suatu permasalahan lingkungan secara sistem -> mengetahui bagaimana membuat model untuk membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan.

***

Jika Anda ingin kuliah di S2 Teknik Lingkungan ITB, khususnya Jalur Teknologi dan Manajemen Lingkungan, kurang lebih begitulah gambaran materi kuliah di semester satu. Semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚

Advertisements

Satu Bulan Pertama di S2 TL ITB

Sudah kurang lebih satu bulan saya berkuliah di S2 Teknik Lingkungan ITB. Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi beberapa hal menarik yang saya dapat dari minggu-minggu awal saya berkuliah di sini.

  1. Saya jadi sadar bahwa ilmu yang kita miliki itu sangatsedikitsekali. Ada sangat banyak hal di dunia ini yang tidak kita ketahui dan rasanya kita tidak mungkin sanggup mengetahui semua ilmu tersebut. Hal ini terlintas di benak saya karena saya belajar hal-hal baru yang tidak saya ketahui sebelumnya. Saya merasa seperti bungkus ciki yang tidak tahu menahu tentang istilah-istilah yang ada di TL. Misalnya saja, sebelumnya saya masih suka tertukar yang mana hulu dan hilir sungai (wkwk โ€“ kacau), saya tidak tahu perundang-undangan tentang lingkungan, saya tidak tahu tentang baku mutu, jenis pengolahan limbah, dan lain sebagainya. Tapiย toh sekarang ini saya berkuliah di TL, maka cepat atau lambat saya seharusnya akan mengetahui tentang hal-hal tersebut. Namun, di luar sana pun ada banyak orang yang belajar hal lain yang tidak kita ketahui. Semakin sedikiiit rasanya ilmu yang kita tahu.
  1. Mahasiswa S2 TL berasal dari latar belakang keilmuan S1 yang berbeda. Ada yang asli S1 TL, ada yang dari jurusan sains seperti Kimia, Biologi, Mikrobiologi, Meteorologi, ada juga yang dari Teknik Sipil, Teknik Kimia, bahkan Planologi sampai Pertanian. Benar-benar beragam. Ketika proses belajar-mengajar, kami diajak berpikir bahwa kita butuh orang dari berbagai ahli, kita tidak bisa mengandalkan ilmu yang kita miliki saja, kita perlu bekerja sama. Tetapi ketika kita sudah menjadi seorang environmentalist, berpikir dan bertindaklah layaknya environmentalist.
  1. Ketika kami kuliah di dalam kelas, kami seperti dilatih untuk bertanggung jawab dengan latar belakang keilmuan yang sudah kami miliki. Di kelas sering sekali ditanya โ€œMana anak kimia? Coba jelaskan tentang blablabla.โ€, โ€œDi sini ada yang dari biologi? Coba apa maksudnya blablabla..โ€. Dan โ€œberuntungnyaโ€, saya satu-satunya anak kimia di kelas TML*. Jadilah saya sasaran empuk untuk ditanya dosen jika ada topik berkaitan dengan kimia. Agak beban, apalagi jika saya tidak bisa menjawab pertanyaan. Haha.
  1. Saya bertemu dengan dosen yang keren banget. Bahkan saya sempat berpikir untuk langsung bertemu beliau selepas kelas dan mengajukan diri agar jadi anak bimbingannya. Haha. Tapi niat itu saya urungkan karena itu baru pertemuan pertama.
  1. Dan lain-lain ๐Ÿ˜€

===

*Sebagai informasi, S2 TL dibagi menjadi tiga jalur. Jalur ini sebetulnya membagi kita dalam metode penelitian yang akan kita lakukan. Jalurnya adalah:

  1. TML (Teknologi dan Manajemen Lingkungan)
    Membuat pemodelan lingkungan, membuat sistem, valuasi, dan manajemen lingkungan.
  1. PPP (Pengendalian dan Pencegahan Pencemaran)
    NgeLab. Mendesain reaktor. Proses dalam pengolahan. Anak TL banget.
  1. KKL (Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan)
    Memperhatikan aspek manusianya di dalam lingkungan, dari segi kesehatan dan keselamatan.

Dan saya memilih jalur TML. Hehe.

Mohon doโ€™anya agar ilmu yang kami dapatkan bisa diaplikasikan di masyarakat ๐Ÿ™‚

===

Magister TL ITB 2015

Magister TL ITB 2015

Download di sini: bit.ly/biofarma130715

Berisi tausyiah:

1. Ustadz Suherman:ย parameter keberhasilan Ramadhan
2. Ustadz Komarudin: kajian khas MQ yang menyentuh qalbu
3. Ustadz Jafar Shadiq: tafsir ayat awal surah Yasin

Link tambahan:

Bacaan QL, Surah Ad-Dukhan dan Al-Jatsiyah oleh Ustadz Jafar Shadiq: bit.ly/QLbiofarma25R

Belajar IELTS Tanpa Les

Saya akan berbagi sedikit tentang pengalaman saya mengikuti tes IELTS tanpa mengikuti les. Saya yakin ketika pembaca ikut les akan ada poin plus yang didapatkan, tetapi saya menulis di sini untuk berbagi pada para pembaca yang sedang menghemat anggaran tetapi perlu mengikuti tes IELTS. Hehe.

Saya juga menulis ini sebagai bentuk rasa terima kasih saya pada sahabat dan teman-teman yang telah membantu saya ketika belajar IELTS ๐Ÿ™‚

***

Saya mendaftar tes IELTS pada akhir Desember untuk mengikuti tes pada tanggal 31 Januari 2015. Artinya, saya mempunyai waktu kurang lebih satu bulan untuk mempersiapkan tes. Setelah galau beberapa lama akan ikut les atau tidak, saya memutuskan tidak ikut les. Saya pun bertanya pada teman-teman saya yang sudah mengikuti IELTS tentang bagaimana persiapan mereka dan apa yang harus saya lakukan. Setelah mendapat tips dan wejangan, berikut beberapa hal yang saya lakukan:

  1. Menonton Film Berbahasa Inggris

Ini adalah hal pertama yang saya lakukan. Kocak sih, karena pada saat awal saya tiba-tiba hilang motivasi karena saat itu bertepatan dengan libur akhir tahun. Haha. Bukan untuk ditiru. Sehingga saya mencari motivasi belajar adalah dengan menonton film, dengan niat untuk melatih listening, membiasakan mendengar percakapan bahasa inggris untuk memudahkan juga saat speaking. Saya merasa cukup bermanfaat walaupun terkadang (atau seringnya) saya fokus pada isi ceritanya.

Saran saya, tonton film-film Pixar, Disney, Dreamworks, dan sejenisnya. Selain bahasa yang lebih mudah dipahami, konten filmnya pun bermanfaat ๐Ÿ˜€

  1. Berlatih dari soal-soal Cambridge IELTS

Saya mendapatkan file-file IELTS Cambridge dari teman-teman saya. Dari mulai Cambridge 1 sampai Cambridge 9. Isinya soal-soal tes IELTS lengkap dari mulai Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Soal-soal dari Cambridge jilid akhir (Cambridge 7, 8, 9) yang lebih mendekati soal IELTS yang sebenarnya, sehingga utamakan mengerjakan dari edisi akhir terlebih dahulu. Sebetulnya cara belajar setiap section berbeda-beda, misalnya:

Listening: Bisa dilakukan mandiri, sudah ada file audio-nya, sering-sering saja mengerjakan soal mandiri. Jika sudah selesai mencoba, mencocokkan jawaban, coba juga mendengarkan kembali audio sambil melihat text-nya. Walaupun saya jarang melakukan ini.
Reading: Sama juga bisa dilakukan mandiri. Melatih kita untuk kuat membaca teks panjang. Biasanya soal IELTS itu berurut, pertanyaan pertama akan muncul di paragraf-paragraf awal.
Writing: ini perlu berlatih bersama atau mandiri juga bisa, tetapi lebih disarankan bersama teman-teman yang lain agar ada yang bisa mengkoreksi tulisan kita. Beberapa poin penting: struktur esay harus ada dan pertanyaan pada soal terjawab.
Speaking: tentu saja simulasi speaking bersama teman yang lain. Setelah simulasi โ€“atau bahkan saat simulasi- mintalah feedback dari partner simulasi kita. Jika perlu rekamlah suara kita ketika sedang simulasi, untuk memperhatikan apa saja kekurangan kita ketika speaking.

Kita pun perlu membiasakan untuk mengerjakan tiga section (listening-reading-writing) dalam satu kali duduk. Hal ini membantu melatih otak dan mental kita untuk ditekan dalam waktu kurang lebih 2-3 jam tanpa jeda, seperti layaknya tes yang sebenarnya. Saya sebenarnya baru melakukan ini di minggu akhir menjelang tes. Bukan untuk ditiru. Tetapi usahakan intensif belajar setiap hari.

  1. Belajar dalam Kelompok Kecil

Setiap orang punya cara belajar yang berbeda, tetapi bagi saya belajar dengan kelompok kecil sangat membantu. Carilah teman-teman yang akan mengikuti tes IELTS juga kemudian belajar bersama mereka. Utamakan waktu yang digunakan untuk berlatih Speaking dan Writing. Sempat juga kami berlatih Spelling dan tebak-tebakan dalam bahasa inggris, ketika terasa bosan mengerjakan soal Cambridge.

  1. Menonton video tips IELTS dari berbagai channel di Youtube

Ada-Banyak-Sekali video tips IELTS di Youtube. Favorit saya adalah British Council Teaching dan goodatesl. Banyak juga contoh-contoh tes IELTS dengan berbagai bandscore, IELTS Speaking band 7, IELTS writing band 8, dan sebagainya. Tonton dan coba praktikkan tipsnya.

  1. Berdoโ€™a dan Meminta Didoโ€™akan

Ini tips paling penting. Saya merasa nilai yang saya dapatkan merupakan karunia Allah. Saat tes berlangsung, saya sempat menembak jawaban beberapa soal Reading, saat Writing ada kalimat yang tidak sempat diperbaiki karena kehabisan waktu, saat Speaking: oh saya terbata-bata. Saya merasa nilai saya tidak akan bagus-bagus amat, sudah menyiapkan mental juga dengan kemungkinan terburuk, tetapi Alhamdulillah nilainya cukup T_T.

Beberapa tips lain:

  1. Coba coret-coret dulu soal tesnya sebelum Listening. Tandai yang penting. Bulatkan nomor soal agar tidak tertukar dengan teks soal.
  2. Saat Reading usahakan mengerjakan semuanya secepat mungkin, kemudian sisihkan waktu untuk memeriksa kembali. (saya sih gak sanggup saat itu, keburu mabok duluan)
  3. Jika kamu suka membaca, coba baca novel berbahasa inggris atau berita berbahasa inggris. (saya baru baca satu novel, berita jarang)
  4. Install Flipboard atau Apps berita lain agar sering membaca. (baru install Flipboard, tapi lelet internet di hape awak)
  5. Buka blog-blog IELTS, seperti IELTS Simon yang memberikan contoh-contoh esay dengan berbagai bandscore.
  6. Download BBC podcast, agar terbiasa dengan aksen UK
  7. Dan lain-lain

Semua tips ini hanya berdasarkan pengalaman. Banyak tips yang berasal dari teman-teman saya. Saya hanya menuliskan saja di sini. Para pembaca seharusnya punya cara sendiri dalam belajar, tetapi mungkin yang belum menemukan caranya bisa mencoba beberapa tips yang sudah dijelaskan.

Semoga bermanfaat ๐Ÿ˜€

***

Terima kasih penulis ucapkan pada teman-teman yang membantu:

Hafidz: yang sudah me-review materi les IELTS-nya, nge-print soal-soal Cambridge, menjembatani ke Geng Belajar PMP (Practice Makes Perfect)
Ahim: geng PMP yang paling sering bantu simulasi speaking sampai saat-saat terakhir
Eja, Nden, Prima, Mari, Kak Aldi, Harish: geng PMP yang semangat sekali belajarnya
Fathah: yang minjemin novel trus malah jadi lecek ๐Ÿ˜ฆ
Afif, Zahrina, Ajang: yang sudah berbagi file IELTS yang bergiga-giga
Ucon, Roro, Cia: yang membantu simulasi speaking ketika di prodi

TERIMA KASIH

Persahabatan ala Naruto

Pernah melihat anime Naruto?

Saya akan sedikit membahas tentang persahabatan yang dialami Naruto. Mungkin bagi pembaca yang belum pernah menonton Naruto sama sekali akan sedikit kebingungan, mohon dimaafkan. Hehe

***

Seperti yang kita tahu, Naruto mempunyai sahabat yang dia anggap sebagai sahabat terbaiknya. Naruto menganggap Sasuke sebagai sahabat pertamanya dan sahabat terbaiknya karena kemiripan masa lalu yang kelam dan juga kesendirian yang dialami. Persahabatan mereka dimulai ketika mereka bersama berada di dalam Team 7 dengan Sakura dan Guru Kakashi. Persahabatan mereka pun semakin erat seiring berjalannya waktu. Namun, ketika Sasuke memutuskan untuk mengikuti dendamnya, dia berubah. Sasuke seperti kehilangan arah, dia memutuskan pergi dari desa, mengikuti Orochimaru, dan bahkan menjadi seorang kriminal.

Tetapi apa yang dilakukan Naruto?

Naruto tetap menganggap Sasuke sebagai sahabat terbaiknya, dia terus mencari dimana Sasuke berada, dan berusaha menyelamatkannya. Bahkan jika itu berarti harus mengalahkannya dalam pertarungan layaknya seorang shinobi. Naruto tidak menyerah dan memiliki keyakinan dalam hatinya bahwa Sasuke bisa berubah dan kembali ke jalan yang benar.

Saya sedikit heran dan takjub dengan apa yang dilakukan Naruto. Muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benak saya,

Jika kita mengalami hal yang sama, kita menjadi orang yang tersesat dan kehilangan arah, adakah sahabat yang mau repot-repot mengingatkan dan berusaha meluruskan kita kembali?

Atau

Jika kita memiliki sahabat yang kehilangan arah, apakah kita sanggup berprasangka baik seperti Naruto dan terus optimis?

***

Selain persahabatan Naruto dengan Sasuke, saya juga ingin menyoroti persahabatan antara Naruto dan Gaara. Lagi-lagi karena kesamaan nasib, persahabatan ini bisa terbentuk. Gaara yang hidup dalam kebencian dan kesedihan tergerak hatinya melalui Naruto. Bisa dikatakan Naruto menjadi jalan hidayah bagi Gaara ke jalan yang benar.

Nah, jika kita refleksikan, apakah kita sudah bisa seperti itu?

Apakah keberadaan kita sudah menjadi jalan kebaikan bagi orang lain?

Apakah kita pernah menjadi jalan hidayah seseorang?

Atau justru keberadaan kita malah membuat orang lain merasa lebih buruk?

***

Sebenarnya masih banyak pelajaran tentang persahabatan yang diajarkan dalam cerita Naruto, tetapi saya hanya menampilkan dua cerita saja yang bagi saya begitu berkesan. Pelajaran tentang persahabatan yang lainnya seperti menjaga teman, kebersamaan akan membawa kekuatan, keinginan untuk melindungi orang yang disayangi akan menambah kekuatan, mendahulukan kepentingan sahabatnya dibandingkan diri sendiri, dan masih banyak lagi, juga diceritakan dalam kisah hidup Naruto dengan beragam permasalahan di dalamnya.

Selain tentang persahabatan, ada sangat banyak pelajaran hidup lain yang bisa kita petik dari cerita Naruto. Namun, saya merasa mungkin akan lebih lengkap jika ada nilai-nilai keislaman ditambahkan di cerita Naruto. Misalnya, dijelaskan tentang itsar, ukhuwwah Islamiyah, bergantung dan berharap hanya pada Allah, keikhlasan, kekuatan doโ€™a, dan sebagainya. Ya, intinya mengaitkan segala sesuatu dengan Allah. Beuh makin keren pasti. Haha. Pendapat pribadi, karena saya seorang muslim ๐Ÿ˜€

Tetapi cerita tetaplah cerita. Sebuah kisah persahabatan yang sebenarnya yang saya selalu saya kagumi adalah kisah Kaum Muhajirin dan Anshar. Bagaimana itsar atau mendahulukan kepentingan saudaranya dibanding dirinya sendiri benar-benar dilakukan, dan ini nyata pernah terjadi bukan hanya sebuah cerita. MasyaAllah. Bisakah kita seperti mereka?

Itu baru Kaum Muhajirin dan Anshar, bagaimana dengan akhlak Rasulullah kepada para shahabatnya? Sampai-sampai setiap orang merasa kalau dia-lah orang yang paling dekat dengan Rasul dibandingkan yang lain, saking baiknya Rasul pada setiap orang. Ah masyaAllah, semakin terasa seperti butiran debu awak ini.

***

Scheduled publish: 8 Juli 2015, 21 Ramadhan 1436 H
Karena hikmah itu bertebaran dimana-mana.
*efek nonton Naruto sebelum Ramadhan*

%d bloggers like this: